Takutlah Kepada Allah S.W.T.

# Mohammad Qayyum A. Badaruddin.

Salah seorang pemimpim kaum Muslimin menerangkan sifat orangnya: “Sebaik-baik pemuda adalah Muktahalin, iaitu pemuda yang aktiviti ibadahnya seperti orang tua, mata mereka menundukkan diri dari kejahatan, kaki mereka berat melangkah pada kebatilan, sering beribadah dan lelah semalaman tidak tidur. Sungguh Allah melihat mereka pada malam hari di mana punggung-punggung mereka condong kepada juz-juz Al-Quran.

Allah swt berfirman : ” Sesungguhnya (pembawa berita) yang demikian itu ialah syaitan yang (bertujuan) menakut-nakutkan (kamu terhadap) pengikut-pengikutnya (kaum kafir musyrik). Oleh itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu (jangan cuaikan perintahKu), jika betul kamu orang-orang yang beriman.”    ( Ali Imran : 175 )

Allah berfirman dalam Hadith Qudsi : ” Tidak akan Kukumpulkan dalam diri hambaKu dua ketakutan dan dua kemenangan. Barangsiapa yang takut kepadaKu di dunia, akan Kuberi keamanan di akhirat. Barangsiapa yang merasa aman dariKu di dunia, akaan Kupertakuti dia di akhirat.”

Sa’id bin Amir berkata kepada Umar Al-Khattab: ” Sesungguhnya aku mewasiatkan kepadamu dengan kata-kata yang intinya mencakup seluruh ajaran Islam dan menjadi rambu-rambu penunjuk jalan Islam. Takutlah kepada Allah dalam menghadapi manusia dan janganlah engkau takut kepada manusia dalam menjalankan agama Allah. Janganlah perbuatanmu mengingkari ucapanmu, kerana sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah yang dibenarkan oleh perbuatan. Cintailah kaum muslimin yang dekat dan jauh sebagaimana engkau cintai dirimu dan keluargamu. Tempuhlah berbagai-bagai medan untuk menuju kebenaran sesuai dengan pengetahuanmu. Janganlah engkau takut celaan orang yang mencela dalm menjalankan agama Allah. Takutlah kepada Allah SWT yang akan mendorong para pendakwah mengarahkan segenap tenaganya untuk menyebarkan pemikiran-pemikirannya, mencari berbagai-bagai dukungan dan sentiasa menampakkan kebenaran.”

Dalam menjalankan tugas di jalan Allah mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela, tidak nifak, dan tidak membujuk (menipu). Dia tidak memperhintungkan keredaan dan penerimaan manusia. Dia menjadi seorang penjaga idea Islam yang  jujur. Menilai fakta-fakta yang sedang terjadi dengan hukum-hukum Islam secara jujur dan amanah.

Rasulullah SAW bersabda : ” Janganlah salah seorang antara kalian merasa rendah diri untuk menyatakan pendapat secara ikhlas Lillahi Ta’ala terhadap sesuatu perkara yang ada kesempatan baginya berbicara, lalu dia tidak mengucapkannya. Apa yang mencegah engkau tidak mengatakan dalam masalah itu begini dan begini? Maka dia menjawab : ” Takut kepada manusia. ” Maka Allah berfirman: ” Aku lebih berhak engkau takuti.”

Seorang A’rabiy datang ke istan Sulaiman bin Abdul Malik lalu berkata: ” Hai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku berbicara kepadamu dengan satu kalam yang engkau akan memikul risikonya jika engkau membencinya dan akan ada sesuatu yang engkau sukai jika engkau menerimanya.” Dia berkata kepada

Amirul Mukminin: ” Sesungguhnya engkau telah dikelilingi orang yang membeli duniamu dengan agama mereka dan redamu dengan kemurkaan Tuhan mereka. Mereka takut kepadamu dalam (menjalankan agama) Allah tetapi mereka tidak takut kepadaNya dalam menjalankan perintahmu. Mereka merobohkan akhirat dan memakmurkan dunia. Janganlah engkau memberikan jaminan keamanan kepada mereka untuk mendapatkan keamanan dariNya. Sesugguhnya mereka melalaikan amanah sehungga terbengkalai dan umat menjadi lenyap. dan anda bertanggungjawab atas apa yang mereka burukkan dan mereka tidak bertanggungjawab atas keburukanmu. Janganlah dunia mereka merosak akhiratmu. Sesungguhnya yang paling besar tipuannya di antara manusia adalah orang yang menjual akhirat dengan imbalan dunia milik orang lain.”  Sulaiman berkata: “Adapun engkau, lisanmu telah mencabut (nyawa)mu, lisanmu itu lebih tajam dari pedangmu.” Dia menjawab, ” Benar, hai Amirul Mukminin. Ini untuk kebaikan anda bukan mencelakakan anda.” Berkata Amir: ” Apakah engkau perlu sesuatu?” Dia menjawab, ” Kalau engkau berikan khusus untukku dan tidak untuk umum, tidak!” Lalu dia bangkit dan keluar. Sulaiman berkata: ” Bagi Allah mutiara katanya, alangkah mulia asal (keturunannya), alangkah terkumpul hatinya, alangkah fasih dan tajamnya lisannya, alangkah jujur niatnya, alangkah indah jiwanya.”

About ubaizubair

‘ aKu mEnyinTaI MU KeRanA AgaMa yAng aDa pAda MU, JikA KaU hiLanGkan agAmA pAda DiRi MU, HilAngLah CinTa KU PaDa MU…’ View all posts by ubaizubair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: