Musyawarah Dalam Keorganisasian Islam

# Dr. Muhammad Fathi.

Allah swt telah mengharuskan umat Islam bermusyawarah antara para pemimpin dengan rakyat yang dipimpinnya dalam berbagai tingkatan kepimpinan dalam sesuatu organisasi. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

” Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menyahut dan menyambut perintah Tuhannya serta mendirikan sembahyang dengan sempurna; dan urusan mereka dijalankan secara bermesyuarat sesama mereka; dan mereka pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepadanya.”( Asy-Syura,42 : 38 ).

Sebagaimana pula Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk bermusyawarah terlebih dahulu dalam setiap permasalahan sebelum mengambil keputusan, Jadi prinsip musyawarah dalam Islam merupakan prinsip yang harus dilaksanakan dan baik. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :

“…dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.” ( Ali Imran, 3 : 159 ).

Rasulullah saw selalu komited untuk bermusyawarah dalam menjalankan tugas kenegaraan. Baginda sering bermusyawarah dengan para sahabatnya yang berwawasan dan berpengalaman dalam berbagai urusan negara, baik politik, ekonomi, ketenteraan, mahupun pengurusan. Seringkali baginda menggunakan pendapat orang yang diajaknya bermusyawarah sebelum wahyu turun.

Rasulullah saw telah membentuk dewan syura yang beranggotakan empat belas orang yang dipilih oleh orang-orang yang berwawasan luas dan berpengetahuan tinggi yang sudah dikenali keutamaan dan kemampuan akalnya dalam masyarakat, serta mereka yang mempunyai keimanan yang kuat dan sumbangan yang cukup dalam menyebarkan dakwah.

Pemilihan ketua dewan syura tersebut diambil dari kaum Muhajirin dan Ansar dengan seimbang, sehingga keputusan yang diambil diharapkan mencakup seluruh kepentingan kaum Muhjirin dan Ansar.

Para Khulafa’ Ar-Rasyidin juga mengambil jalan musyawarah dengan mencontoh Rasulullah saw yang menjadi teladan bagi mereka. Abu Bakar As-Siddiq misalnya apabila menghadapi suatu permasalahan dan ingin bermusyawarah dengan para pakar dan ahli hukum yang mengetahui permasalahan tersebut, ia mengundang beberapa orang dari kaum Muhajirin dan Ansar seperti Umar, Uthman, Ali, Abdul Rahman bin Auf, Mua’dz bin Jabal, Ubai bin Ka’ab, dan Zaid bin Tsabit. Masing-masing dari mereka ini mendapat legitimasi untuk memberikan fatwa kepada masyarakat pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq.

Umar bin Al-Khattab juga tidak memutuskan suatu urusan yang penting tanpa bermusyawarah terlebih dahulu dengan para sahabatnya. Ia berkata, “Pendapat satu orang bagaikan satu benang yang tidak terikat, dua pendapat bagaikan dua benang yang terikat, dan tiga benang adalah kekuatan dahsyat yang hampir tidak bisa dihancurkan.”

Umar juga sering bertanya kepada masyarakat yang ada di masjid tentang pendapat mereka dalam pelbagai persoalan umum, kemudian ia mengemukakan pendapatnya dan pendapat masyarakat tersebut di hadapan anggota dewan syura, yang pada masanya beranggotakan empat belas orang. Apabila pendapat mereka dalam atu persoalan telah disepakati bersama, barulah ia ditandatangani.

Musyawarah merupakan kekuatan bagi umat Islam dan dapat mempekukuhkan hubungan antara mereka. Musyawarah mampu menopang kebersamaan pemikiran dalam kerja kolektif dan saling memahami,  serta memperkuat hubungan persaudaraan di antara umat Islam.

Islam selalu berusaha menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam kerja kolektif dalam berbagai persoalan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

” Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (ugama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai…” ( Ali Imran : 103 )

Allah swt juga mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam perseteruan, sebagaimana dalam firmanNya,

” Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( Al-Anfal : 46 )

Rasulullah saw menganggap orang yang keluar dari kelompok dan segala keputusan yang telah ditetapkan berdasarkan musyawarah dan tukar pikiran sebagai bentuk kemurtadan Jahiliyah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sabdanya,

” Barangsiapa keluar dari kelompok, dan terpisah dari golongannya lalu meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan Jahiliyah.”

Semua ini menegaskan bahawa prinsip musyawarah merupakan prinsip dasar dalam pengurusan Islam.

Apabila kaum muslimin telah bersepakat dalam suatu perkara, maka harus didukung dan memberi komitmen untuk melaksanakannya tanpa melawan atau menentang kelompok yang bermusyawarah atau pemimpin yang mendapatkan mandat untuk melaksanakan keputusan bersama tersebut.

Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah saw,

” Barangsiapa taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah, barangsiapa membangkang terhadapku maka ia telah berbuat durhaka kepada Allah, barangsiapa taat kepada pemimpinku maka ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa membangkang kepada pemimpinku maka ia telah membangkang terhadapku. Seorang Imam ( pemimpin ) merupakan benteng yang melindungi orang yang berperang di belakangnya dan mengamankannya. Apabila ia memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan berbuat adil, maka ia berhak mendapat pahala, dan apabila ia memerintahkan yang lain, maka ia harus menanggung dosa.”



About ubaizubair

‘ aKu mEnyinTaI MU KeRanA AgaMa yAng aDa pAda MU, JikA KaU hiLanGkan agAmA pAda DiRi MU, HilAngLah CinTa KU PaDa MU…’ View all posts by ubaizubair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: